Langsung ke konten utama

Si mata dua pasang

Si mata dua pasang
Tersenyum simpul namun tak garang
Ditampakkannya gigi yang tak kunjung tanggal
Meski yang baru telah menjegal

Si mata dua pasang
Yang jiwanya setajam parang
Dibelahnya batuan pantai
Lalu ia sebar di pinggiran sungai

Si mata dua pasang
Jiwanya goyah diterjang bandang
Namun ia tidak pernah jatuh
Karena takdir akan selalu patuh


Si mata dua pasang
Hai, si mata dua pasang
Jika aku bisa berterus terang
Aku rindu wangi tubuhmu menjelang petang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Untuk Suamiku, Kalau Ada

Pertama-tama puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Segala yang sudah memberikan takdir aku bisa membangun rumah tangga denganmu. Kedua, untuk orang tuaku karena sebelum aku denganmu, semuanya ditanggung mereka. Untuk orang tuamu juga: terima kasih untuk mereka karena telah melahirkan orang yang akhirnya bisa diajak berjuang bersama untuk bertahan di sisa usiaku. Lalu, aku juga berterima kasih kepadamu, yang kini aku panggil suami. Karena sudi aku panggil suami. Hehehe, tidak juga. Lebih dari itu, karena sudah sudi menanggung aku. Semoga aku tidak memberatkan hidupmu di dunia dan akhirat. Semoga. Ada beberapa hal yang mungkin baiknya kamu tahu. Oh, ya sebelumnya, aku tidak tahu kamu akan membaca ini kapan. Semoga tidak kapan-kapan, karena kapan-kapan kemungkinan besar akan menjadi tidak pernah. Jadi, secara umum yang akan aku sampaikan ini berlaku sejak kamu mengucapkan akad untuk meminangku, bukan setelah kamu baca catatan ini. Sebuah disclaimer . Suamiku, aku yakin kamu sekar...

UAS Pertama dalam status Mahasiswa

Judulnya emang sedikit lebay dan alay, tapi ini kenyataan. Ini hal pertama yang kurasakan ketika aku masuk bangku kuliah! Ya pantas dong, masih semester satu. Masih proses pendewasaan dari siswa ke mahasiwa. Ternyata jadi mahasiswa itu ngga mudah lho! Kita dituntut harus bisa bahasa Inggris. Yaiyalah, orang saya kuliah di jurusan Sastra Inggris, mau ngga mau ya harus bisa bahasa Inggris secara aktif walaupun kadang speech grammar masih amburadul hehehe. Namanya juga belajar, perhaps semester naik ke naik kan makin jago, ya kan ya kan? UAS. Kalo denger kata UAS, pasti dipikiran kalian adalah "Ah, cuma UAS, kan bisa kerjasama dengan teman!". Kalo anggepan kalian seperti itu, buang jauh-jauh mulai dari sekarang. Asli, atmosfer kuliah itu berbeda banget dengan bangku sekolah. Di bangku sekolah, kebanyakan dari kita memiliki semboyan "Solidaritas" hahaha pasti kalau pelakunya udah paham betul ya dengan satu kata sejuta makna itu? Tapi ketika menginjak bangku kuliah...

Learning by Doing

Shutter speed, aperture, approx, ISO, and so on are new words for me. They are so confusing at first for an amateur like me. Hmmm, actually they are just several words about Photography. Everyday I have to learn several words about photography and practice them. It will help someone who isn't a professional photographer (just like me). I think if you read the methods without practicing them, you do nothing at all! because our ability as God 's creature isn't perfect as God , the creator of life. By the way, I have several photos that I took yesterday and this morning. This is the first step to me to practice my knowledge about photography. I decided to take these photos and share them just for you. Enjoyyyyy! This is what we called as 'Kumis Kucing' or  Orthosiphon aristatus This photo was taken at Ngelanggeran Prehistoric Volcano, Gunung Kidul, Special Region of Jogjakarta. This is a photo of Orthosiphon Aristatus or 'Kumis Kucing'. It was a nic...